Sunday, February 1, 2009

BANJIR…BANJIR…BANJIR…

hari ini untuk pertama kalinya saya melihat banjir di kota Solo ini. Serius!!!saya belum pernah liat banjir dari dekat di Solo. Seharusnya saya penelitian hari ini (melihat hasil) tapi itu semua gak jadi. Bukan karena banjir sih. Hehehe…

pagi ini saya melihat berita bahwa ada banjir di Solo ini. Salah satunya di daerah pasar kliwon (FYI: jangan heran kalo lo sering ngeliat orang arab di daerah ini). Dan tempat penelitian saya itu harus melewati pasar kliwon tersebut. Pada awalnya saya kira akan aman dari banjir pada perjalanan ke tempat penelitian tersebut. Ternyata perkiraan saya salah. Kami harus melewati banjir dulu untuk mencapai tempat penelitian tersebut. Akhirnya kami melewati banjir dengan perasaan was2 (kami naik mobil Tiara). Takut nanti mogok di tengah jalan. Ternyata banjirnya itu sampai kira2 selutut orang dewasa dengan tinggi ideal tapinya (he…). Saya juga sempat melihat ada sebuah sekolah yang terendam banjir. Wow….ternyata seperti itu keadaannya. Lalu…akhirnya kami bisa bebas dari banjir juga dan Alhamdulillah mobilnya juga gak mogok.

Lalu sampailah di tempat penelitian. Tempatnya itu di SMA salah satu teman yang ikut penelitian juga. Namanya Hasna. (FYI: dia baru menikah pada tgl 20 januari kemaren). Dia dateng dengan suaminya yang ternyata juga alumnus SMA itu. Lalu kita langsung ke lab biologi. Sampai disana kira2 jam setengah Sembilan lewat sedikit. Ternyata mikroskop yang mau kita pake itu bermasalah (sampai akhirnya kita berpendapat mungkin kesalahan ada di kameranya) sehingga gambar yang keluar itu penuh dengan bintik2 kotoran. Selama 2 jam disitu kita hanya mengurusi mikroskop itu. Dan kesimpulannya kita gak jadi penelitian hari ini. Akhirnya kita merencanakan beberapa planning (ada 5 kalo gak salah….banyak ya??? =p).

Fiuh….yah…walaupun gak jadi penelitian hari ini tapi akhirnya bisa melihat banjir juga di solo ini. Hahahaha….

KELAKUAN SEPUPU GUE, IVAN….

Pulang dari kampus tadi saya langsung ke rumah depan (rumah paman). Jadi kalo liburan saya tinggal di rumah nenek yang berdekatan dengan rumah paman saya. Saya menyebut rumah nenek saya dengan nama rumah belakang dan rumah paman saya itu rumah depan. Tujuan saya awalnya untuk mengurusin masalah internet gitu d. Tapi karena gak bisa ya udah lah akhirnya aku browsing ajah. Chating ma yoka, bonkie, vina, n echa.

Kalo udah urusan browsing gini mah lupa ama segalanya d. maksudnya mau keadaan rumah seribut apapun gak ngaruh buatku. FYI sepupu2 ku itu aktif semua. Pamanku yang tinggal di rumah depan punya anak 3 bocah. Dan mereka semua itu tipe anak yang aktif (baca:susah diatur =p). tapi krena udah kebal ya saya merasa biasa dengan hal itu apalagi konsentrasi saya hanya ke depan layar laptop saya. Jadi, saya tidak merasa terganggu.

Tiba2 udah magrib aja. Ya udah kita solat berjamaah berlanjut ke acara makan malem. Makan bareng ma mereka (Kangen juga ternyata, dah lama gak makan bareng kayak gini). FYI lagi nih, salah satu menu makannya ada pete lho…hohohoho…

Trus acara keluarga d…maksudnya qt bermain-main (tepatnya sepupu2 yang bermain2) bersama ibunya. Melihat mereka membuatku melupakan sifat mereka yang keras kepala dan suka berantem. Yang gak jarang membuatku kesal. Tapi melihat mereka hari ini rasanya senang aja. Damai…sentosa…hahahaha, kayak apa aja…

Sampai akhirnya terjadilah hal yang membuatku tertawa karena ntahlah mungkin keanehan adik sepupuku itu. Namanya ivan. Tiba2 dia mendekati ibunya dan bertanya

Ivan: ‘ande tadi binatangku mana?’ (saya mengerutkan kening saya bertanya2)

Ande: ‘gak tau dong, tadi ivan taro mana?’

Ivan:’tadi aku taro celana nde’ (makin dalem kerutan kening saya)

Ande: ‘o…mungkin udah dicuci sama siti kali’

Tapi ivan masih aja merenge’-renge’ meminta binatangnya itu. Saya bertanya ke ibunya

Saya: ‘binatang apa sih tek?’

Ande: ’itu lho yang sejenis keong itu’

Saya : ‘o…..’ (saya jadi teringat mainan keong2an yang sempet popular dulu di SD saya)

Trus tiba2 raihan (adeknya ivan) melempar sebuah celana yang ternyata memang punya ivan. Lalu dia langsung mencari binatang yang dimaksud. Tapi gak ketemu2. Ibunya pun sudah membantu mencari. Tapi tetap tidak ada. Dan tahu gak apa yang dilakukan ivan. Dengan muka polosnya dia pake celananya dan merogoh kantong celananya dan ternyata…..ketemu!!!dia mengeluarkan binatang itu dari kantongnya.

Saya dan ibunya saling berpandangan dan setelah diam beberapa detik kita berdua ketawa…

Gile… kepikiran juga yah hal aneh kayak gitu sama ivan dan ternyata dengan hal aneh itu dia menemukan apa yang dia cari. Wow!!!

Kalo inget kejadian itu aku gak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum. Sampai aku menulis hal ini saja sambil tersenyum2.

Ivan…ivan..

Aku jadi mikir d…

Selama ini aku selalu merasa sebal dengan kelakuan mereka. Tapi terkadang dengan kelakuan mereka itu juga aku menyadari bahwa mereka itu hanyalah anak kecil yang gak berdosa. Kita selalu menyalahkan mereka dengan kelakuan mereka itu. Tapi apa kita pernah menyadari kalo kelakuan mereka yang seperti itu (baca: nakal) mungkin saja juga Karena lingkungan. Sehingga mereka terbentuk seperti itu. Ya tho???

AM I RIGHT??

Tadi ada suatu kejadian yang membuat saya merasa dilemma…

Jadi gini ceritanya. Pulang dari kampus saya bermaksud untuk membeli tempat untuk preparatku. Lalu sampailah saya di toko yang menjual benda yang saya maksud tadi. Tiba-tiba saya dikagetkan oleh seorang bapak2, tdinya saya kira bapak tukang parker yang mau nyuruh saya pindahin motor. Ternyata dia itu tukang minta2. Saya lihat orangnya masih muda, bersih, dan sepertinya sehat walafiat dan masih bisa untuk mencari nafkah tidak dengan hanya menjadi seorang peminta2. Saya bingung saya mau kasih atau nggak. Akhirnya saya bertanya ke mbak2 tokonya dan dia bilang kalo dia itu hanya seorang pemalas yang kerjaannya meminta2.

Akhirnya saya membulatkan tekad untuk tidak memberinya uang. Tapi tiba2 saya teringat andeh (ibu) saya pernah bilang kata Rasul kalo ada orang minta2 itu kasih aja. Nah jadilah saya dilemma, mau memberi tapi tau dia hanyalah seorang pemalas atau tinggalin aja toh dia pemalas. Akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkannya tanpa membeinya sepeserpun.

Bener gak ya saya??

 

Design By:
SkinCorner